Makassar – Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil peran penting dalam Stakeholder Workshop & Panel Discussion bertajuk “Empowering Communities Through Climate Resilience: Alternative Economies for Sustainable Futures” yang diselenggarakan di Swiss-Bel hotel Makassar, Rabu (17/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek Developing a Model of Future-proofing for Climate Resilience by Engaging Communities (MoFCREC) in Eastern Indonesia yang didanai Program KONEKSI dan melibatkan kolaborasi antara Monash University, Monash Indonesia, Universitas Hasanuddin, serta berbagai organisasi masyarakat sipil dan komunitas lokal.
Kehadiran akademisi Unhas tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pembicara dan moderator yang berkontribusi dalam membahas strategi penguatan ketahanan iklim berbasis komunitas. Beberapa akademisi Unhas yang terlibat aktif dalam forum ini antara lain Sudirman Nasir S.Ked, MWH, Ph.D, Andi Febriani Tenri Sa’nna S.KM., M.Kes., Rafika Nurul Hamdani Ramli, S.H., LL.M., dan Salman Samir, S.E., M.Sc.

Workshop tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, komunitas perempuan, penyandang disabilitas, pelaku UMKM, hingga lembaga keuangan untuk merumuskan pendekatan kolaboratif menghadapi dampak perubahan iklim di Sulawesi Selatan. Salah satu fokus utama yang diangkat adalah pengembangan ekonomi alternatif yang mampu memperkuat daya tahan masyarakat terhadap risiko sosial, ekonomi, dan lingkungan.
Kontribusi akademisi UNHAS terlihat pada sesi Research Findings Presentation and Partner Panel Discussion bertema “Alternative Economies and Climate Resilience in South Sulawesi”. Dalam forum tersebut, Rafika Ramli dipercaya sebagai salah satu narasumber yang diantara peneliti Monash University, perwakilan masyarakat sipil, dan akademisi. Diskusi membahas berbagai isu strategis, mulai dari ekonomi alternatif dan ketahanan lokal, dampak perubahan iklim terhadap mata pencaharian masyarakat, hingga peluang kolaborasi untuk memperkuat kapasitas komunitas rentan.
Keterlibatan UNHAS juga berlanjut pada sesi Official Launch of Climate Resilience Materials. Andi Febriani Tenri Sa’nna bertindak sebagai moderator yang memandu peluncuran berbagai materi edukasi ketahanan iklim, termasuk buku saku ketahanan iklim, buku cerita anak bertema perubahan iklim, video edukasi BMKG, serta dokumen kebijakan yang ditujukan untuk memperluas literasi iklim di masyarakat. Peluncuran ini menjadi salah satu luaran penting dari proyek MoFCREC yang menekankan pendekatan edukatif dan partisipatif dalam membangun kesadaran publik mengenai perubahan iklim.

Sementara itu, salah satu akademisi muda lainnya, Salman Samir turut menjadi narasumber dalam sesi Climate Finance and Alternative Economy Panel yang membahas pembiayaan ketahanan komunitas untuk masa depan berkelanjutan. Bersama perwakilan sektor keuangan, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil, ia mendiskusikan berbagai peluang pembiayaan bagi UMKM, model usaha berbasis ketahanan iklim, serta pentingnya akses yang lebih inklusif bagi kelompok perempuan dan penyandang disabilitas. Tema tersebut dinilai krusial mengingat keberhasilan program adaptasi iklim sangat bergantung pada keberlanjutan dukungan ekonomi bagi masyarakat terdampak.
Melalui keterlibatan aktif para akademisinya, Unhas menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan dan penguatan kapasitas masyarakat menghadapi perubahan iklim. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah bagi transfer pengetahuan dari dunia akademik ke masyarakat serta memperkuat jejaring kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pengembangan program ketahanan iklim yang lebih inklusif di Indonesia Timur. Salah satu luaran yang ditargetkan dari kegiatan ini adalah terbentuknya rekomendasi strategi ketahanan iklim berbasis komunitas serta penguatan kemitraan antarpemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.n.










