Unhas – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan kunjungan ke SDGs Center Universitas Hasanuddin, Senin (9/10). Kunjungan BRIN diwakili oleh Direktorat Evaluasi Kebijakan Riset, Teknologi dan Inovasi BRIN yang diwakili Adhi Pratomo, Iqbal Vernando, Ahmad Zaki, Sukmo Ariyadi. Kunjungan kerja BRIN di SDGs Center Unhas dalam rangka pengumpulan data Kajian Evaluasi Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kegiatan Penginderaan Jauh.
Unhas sebagai mitra akademik disambangi untuk berdiskusi sekaligus melihat fasilitas yang dimiliki Unhas. “Awalnya kami berkunjung ke Lapan Pare-pare. Dari sana kami dapatkan informasi kalau selama ini Lapan sudah lama bekerjasama dengan Unhas,” terang Adhi Pratomo selaku Penanggung Jawab Kegiatan.
Lebih lanjut, Adhi menyebutkan jika Direktoratnya juga ingin tahu lebih banyak seperti apa implementasi penginderaan jauh selama ini di lingkungan kampus. “Kami ingin mengetahui seberapa besar kebutuhan Unhas terhadap data penginderaan jauh dan sejauh mana pemanfaatannya di lingkungan kampus dan masyarakat,” tambah Adhi.

Evaluasi Implementasi PP 11 tahun 2018 perlu dilakukan karena sudah berjalan 5 tahun. Apalagi sejak adanya perubahan kelembagaan melalui integrasi LAPAN ke BRIN. Dr. Ilham Alimuddin selaku perwakilan SDGs Center Unhas menyambut baik kedatangan perwakilan BRIN. Ilham mengaku sejauh ini sivitas akademika Unhas banyak memanfaatkan hasil penginderaan jauh yang diperoleh dari Lapan/BRIN.
Kendati begitu, Ilham juga mengakui beberapa sivitas akademika menggunakan data dari sumber kredibel lainnya yang disajikan di berbagai platform dunia maya. “Sejauh ini, baik mahasiswa maupun dosen banyak yang memanfaatkan data yang didapatkan di BRIN maupun di google earth. Apalagi BRIN menyiapkan data dengan resolusi tinggi dan rendah sehingga bisa memenuhi kebutuhan tiap orang,” imbuh Ilham. Selain itu, perwakilan BRIN juga disambut oleh Direktur SDGs Center Unhas, Drs. Muhammad Yusri Zamhuri, MA, PhD.

Iqbal Vernando menyarankan kepada Unhas agar permintaan datanya dapat dilakukan melalui satu pintu agar dapat terdata dengan baik berapa jumlah yang dibutuhkan. “Bagusnya ada permintaan data dari Unhas secara satu pintu ke BRIN biar tidak perfakultas supaya datanya bisa tampak ada berapa banyak kebutuhan data dari Unhas,” ujarnya. Pasca kunjungan di beberapa tempat termasuk SDGs Center Unhas, Adhi dan timnya sudah ditunggu deadline sama untuk membuat sistem baku dan data teknis terkait hasil evaluasi yang mereka telah lakukan.










