Menguatkan peran mahasiswa UNHAS dalam
Share
Author
SDGs UNHAS

SDGs UNHAS

Menguatkan peran mahasiswa UNHAS dalam mewujudkan SDGs

Menguatkan peran mahasiswa UNHAS dalam mewujudkan SDGs. SDGs Center Universitas Hasanuddin terus berupaya untuk menegaskan komitmennya dalam mengawal implementasi SDGs di Indonesia. Salah satunya dengan memperkuat peran mahasiswa UNHAS melalui sosialisasi Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang diselenggarakan pada Jumat, 12 Maret 2021 melalui aplikasi daring.

Sosialisasi yang menghadirkan perwakilan organisasi-organisasi mahasiswa seperti BEM (Universitas hingga prodi) dan UKM se-UNHAS dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman serta keterlibatan aktif mahasiswa UNHAS dalam mendukung pencapaian target SDGs 2030. Ketua SDGs Center UNHAS, Dr. Muhammad Yusri Zamhuri menyambut langsung perwakilan organisasi mahasiswa ini dengan presentasi mengenai sejarah, prinsip, dan peran yang dijalankan oleh SDGs Center UNHAS dalam mengawal pencapaian SDGs khususnya di Indonesia bagian Timur.

Dalam presentasinya Dr. Yusri menampilkan contoh peran SDGs Center dalam mendampingi penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) SDGs di beberapa provinsi di Indonesia Timur dan mendorong mahasiswa untuk bisa menjadi bagian aksi tersebut.

“SDGs Center terlibat mendampingi RAD daerah. Kalau mahasiswa mengikuti perkembangan (RAD) itu, bisa terlibat, dan bisa mengambil bagian dari implementasi RAD itu”.

Pengurus SDGs UNHAS terdiri dari ahli-ahli yang berkecimpun di bidang SDGs terkait, sehinga menurut Dr. Yusri, mahasiswa bisa belajar, berdiskusi, dan mengembangkan keilmuannya dengan para tim ahli dan pengurus SDGs Center.

Menguatkan peran mahasiswa UNHAS dalam mewujudkan SDGs ini dilanjutkan dengan sharing session yang menghadirkan Efendi Darming (Mawapres Utama UNHAS 2020, Alumni Fakultas Hukum) dan Samintang (Duta SDGs UNHAS, MahasiswI Fakultas Ekonomika dan Bisnis). Keduanya membagikan pengalaman-pengalaman kontribusinya terkait SDGs. Efendi yang kerap kali mewakili UNHAS dalam kegiatan-kegiatan baik nasional dan internasional menggambarkan beberapa karakter penting yang perlu dimiliki anak muda dalam mewujudkan SDGs.

Awareness terhadap isu SDGs merupakan peluang kontribusi bagi kita. Kalau tidak ada awareness maka kemiskinan dan masalah global bisa semakin para. Karena itu, pemuda harus punya critical thinking, menjadi changemaker, keluar dari zona nyaman melalui aksi untuk lingkungan kita, menjadi innovator, menjadi komunikator, dan siap menjadi pemimpin. Misalnya bisa juga pemimpin di komunitas kecil. Karena di UNHAS sudah ada SDGs center, maka tugas kita adalah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan SDGs center baik itu voluntary maupun kegiatan-kegiatan profesional lainnya”, jelasnya.

Baca Juga : Papan Informasi SDGs Sebagai Langkah Awal Memperkenalkan SDGs/TPB Di Kampus.

Samintang, Duta SDGs UNHAS 2020 membagikan pengalamannya saat melakukan pengabdian di desa, melakukan pendampingan ekonomi. Kegiatan pengabdian menurut Samintang adalah sebaik-baik kontribusi yang bisa mahasiswa berikan ke masyarakat. Dirinya menegaskan mengenai pentingnya melokalkan implementasi SDGs.

“Ketika mengadakan pengabdian masyarakat, kita bisa bekerja sama dengan berbagai stakeholders. Kita bisa memahami apa yang dibutuhkan masyarakat dan menyelesaikan bersama persoalannya. Menurut saya, yang paling penting dalam SDGs itu adalah localise-nya ke desa-desa. Sebagai mahasiswa sudah tugasnya kita yang terjun ke masyarakat. Sebagai mahasiswa, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengimplementasi SDGs ini, bisa di desa maupun di lingkungan kita. Inilah waktunya kita merealisasikan SDGs ini, kalau bukan kita siapa lagi”.

Beberapa mahasiswa turun memeberikan masukan dan pertanyaan mengenai SDGs dan implementasinya di UNHAS, termasuk mengenai peran SDGs Center bagi masyarakat yang secara sioal-ekonomi terdampak pandemi Covid-19 yang saat ini melanda dunia. Tak luput juga mahasiswa memberikan ide dan gagasannya mengenai pengembangan program SDGs. Seperti Adi Nugraha, perwakilan UKM dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan menganggap penting adanya pusat inkubasi SDGs bagi mahasiswa dan mendorong mahasiswa berkolaborasi dan melakukan satu proyek bersama terkait SDGs.

Sosialisai SDGs kepada organisasi-organisasi mahasiswa di lingkup Universitas Hasanuddin ini ditutup dengan sambutan Prof. Jamaluddin Jompa. Dekan Skeolah Pascasarjana yang akrab disapa Prof. JJ ini dalam sambutnya mengutarakan pentingnya mahasiswa memahami SDGs saat ini.

“SDGs harus kita pahami karena ini adalah tanggung jawab global untuk menyelesaikan berbagai masalah hari ini. Maka adalah tugas kami di Pascasarjana, sebagai pembina SDGs, memastikan bahwa mahasiswa-mahasiswi paham apa itu SDGs dan isu-isu apa saja yang bisa dikontirbusikan untuk menyelesaikan masalah, target SDGs yang begitu banyak. Di SDGs ada “no” poverty, “zero” hunger, artinya tidak ada toleransi untuk pencapaiannya. Sangat sejalan dengan semangat anak muda yang penuh spirit perjuangan”, ungkapnya.

Prof. JJ yang merupakan pembina SDGs Center ini juga mengajak mahasiswa untuk bangga terlibat aktif berkontribusi terhadap pencapaian SDGs melalui berbagai aktivitas dan kegiatannya.

“Kami berharap agar SDGs goals bisa menjadi bagian dari aktivitas mahasiswa agar kita bisa bangga menjadi bagian dari global movement ini. Dan agar kita percaya diri untuk mengumumkan bahwa kita bangga menjadi bagian pencapaian SDGs goal.”

SDGs Center terus berupaya untuk mengembangkan kegiatan dan program dengan melibatkan berbagai pihak dan berkomitmen menjalankan prinsip no one left behind (tidak ada yang tertinggal), serta menjadi center yang dapat mempercepat pencapaian SDGs di Indonesia bagian Timur.

Mungkin anda juga suka

Scroll to Top