Orientasi Peningkatan Kader Dan SDM Pengelola Posyandu. Stunting merupakan isu nasional dan menjadi prioritas pemerintah Indonesia. Sejak tahun 2018, UNHAS secara aktif membantu program pemerintah untuk menurunkan angka stunting di beberapa kabupaten di Indonesia. Pada tahun 2019 UNHAS pun secara resmi meluncurkan Pusat Stunting. Kerjasama dengan pemerintah daerah tersebut tertuang dalam Peraturan Bupati No 40/2018 tentang AKSI Pencegahan dan Penanggulangan Stunting Terintegrasi Kab. Banggai 2018-2023.
Salah satu upaya yang menurunkan kejadian stunting adalah dengan melakukan intervensi yang bersifat spesifik yang sebagian besar dapat dilakukan di posyandu. Oleh karena itu, UNHAS melakukan orientasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan para kader posyandu. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas bersama Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sinergitas ini sebagian besar dilakukan di posyandu dengan harapan dapat mempercepat penanggulangan masalah stunting melalui orientasi kader posyandu secara berjenjang dari tingkat provinsi hingga desa.
Orientasi Peningkatan Kader Dan SDM Pengelola Posyandu ini disambut baik oleh sejumlah fasilitator ahli dan koordinasi yang melibatkan perwakilan dari PKK, Dinkes kabupaten/kota dan provinsi, dan Dinas Pemdes.
UNHAS dalam hal ini menunjukkan kontribusi tujuan baik pada tingkat nasional dan lokal, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat. Orientasi ini sekagilus menjadi upaya untuk berkontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) poin dua, yaitu perbaikan nutrisi dan gizi yang baik. Secara lokal, orientasi peningkatan SDM juga sejalan dengan target Rencana Aksi Daerah (RAD) TPB pada provinsi terkait. Target tersebut menyebutkan upaya pemerintah dalam menghilangkan segala bentuk kekurangan gizi, terutama stunting.


Baca Juga : Memperingati HIV/AIDS World Day.
Melalui dua tahap, FKM UNHAS berhasil merangkul sebanyak 15 kabupaten di empat provinsi. Tahap pertama menjangkau 5 abupaten di 3 Provinsi yaitu Kab. Bulungan di Provinsi Kalimantan Utara, Kab. Morowali, Sigi dan Banggai Kepulauan, dan Kab. Bone Bolango di Provinsi Gorontalo. Selanjutnya tahap kedua menjangkau 10 kabupaten/kota yang berada di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Kab. Toraja Utara, Kab. Tana Toraja, Kab. Luwu Utara, Kab. Pinrang, Kab. Wajo, Kab. Selayar, Kab. Jeneponto, Kab. Sinjai, Kab. Pangkep dan Kota Makassar.
Orientasi Peningkatan Kader Dan SDM Pengelola Posyandu ini dimeriahkan oleh sejumlah peserta di 15 kabupaten dengan masing-masing perwakilan 10 desa per kabupaten atau secara total 150 desa di 15 kabupaten. Setiap desa diwakili oleh kader dari posyandu, staf desa, dan kader pembangunan manusia, PKK dan petugas promkes puskesmas. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 887 orang.











Comments
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?