To Dashboard

Sustainable Development Goals (SDGs) Center Universitas Hasanuddin

Contacts
Location
Jl. Perintis Kemerdekaan KM. 10, Tamalanrea Indah, Kec. Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
PKKMB FIB Unhas 2025 Hadirkan Parade Atribut Kebudayaan

PKKMB FIB Unhas 2025 Padukan Ekspresi Budaya dan Kesadaran Lingkungan

Makassar – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) 2025 menghadirkan konsep berbeda dalam menyambut mahasiswa baru. Selain memperkenalkan lingkungan akademik, kegiatan yang berlangsung Selasa (12/8) tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengekspresikan keberagaman budaya melalui atribut yang mereka kenakan.

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang identik dengan pakaian hitam-putih dan jas almamater, tahun ini mahasiswa diberi kebebasan mengenakan beragam atribut budaya. Batik, songkok recca, passapu, syal, gelang, hingga pakaian tradisional mancanegara seperti yukata turut mewarnai pelaksanaan PKKMB FIB Unhas.

Penggunaan atribut tersebut tidak bersifat wajib, melainkan berupa imbauan kepada mahasiswa. Pilihan ini dirancang untuk memberi ruang kreativitas dan ekspresi, sekaligus menghadirkan suasana PKKMB yang lebih inklusif dengan menampilkan keberagaman budaya di lingkungan FIB.

Ketua Panitia PKKMB FIB Unhas, Khairil Anwar, S.S., M.A., mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari pembaruan konsep penyambutan mahasiswa baru tahun ini.

“Jika sebelumnya mengenakan pakaian hitam-putih dan jas almamater, tahun ini kami mengusung tema atribut kebudayaan untuk memberi ruang ekspresi dan menampilkan keberagaman civitas academica FIB,” jelas Khairil, Senin (11/8).

Nuansa kebudayaan kemudian diperkuat melalui rangkaian kegiatan yang meliputi parade budaya, penampilan seni, serta pameran karya. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan lembaga kemahasiswaan di lingkungan FIB.

Konsep PKKMB tahun ini juga memberi perhatian pada pengurangan sampah selama kegiatan melalui penerapan prinsip zero waste. Peserta didorong membawa tumbler pribadi, sementara panitia menyediakan galon air isi ulang sebagai fasilitas bagi peserta selama kegiatan. Penerapan tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan botol dan kemasan air minum sekali pakai.

Dengan langkah sederhana tersebut, prinsip zero waste diterapkan langsung dalam aktivitas PKKMB, sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari kebiasaan peserta selama mengikuti kegiatan.

Khairil mengakui bahwa penerapan konsep baru tersebut memiliki tantangan, terutama dalam hal koordinasi. Meski demikian, antusiasme mahasiswa terlihat sejak sebelum kegiatan berlangsung. Sejumlah mahasiswa bahkan telah mengirimkan foto atribut budaya yang akan mereka kenakan kepada panitia.

PKKMB FIB Unhas 2025 pun menjadi ruang perjumpaan mahasiswa baru dengan keberagaman budaya sekaligus memperkenalkan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan sejak awal mereka menjalani kehidupan di kampus.