Sinergi UNHAS, KLHK, dan Bappenas Manifestasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi Melalui Konsolidasi Percepatan Pencapaian SDGs. Universitas Hasanuddin menggelar Konsolidasi Peran Perguruan Tinggi dalam Percepatan Pencapaian Target SDGs di Tingkat Daerah dalam rangka pengarusutamaan Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam lingkup universitas dan penguatan peran SDGs Center Unhas. Acara yang merupakan kerjasama antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan SDGs Center Unhas ini diselenggarakan di Unhas Hotel and Convention pada Senin-Selasa, 22-23 Mei 2023.
Konsolidasi multistakeholders ini bertujuan untuk memperkuat sinergi Universitas Hasanuddin dalam mendiseminasikan aspek-aspek SDGs pada berbagai lini serta mengumpulkan berbagai terobosan baru dari berbagai fakultas yang berkaitan dengan best practice (praktik baik) SDGs di tingkat kampus dan daerah. Oleh karena itu, acara yang berlangsung selama dua hari ini menjadi forum konsolidasi yang terpumpun sebab dihadiri oleh berbagai sivitas akademika Unhas di antaranya Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., Sekretaris Universitas, Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phill., Ph.D., Wakil Rektor IV Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis, Prof. Dr.Eng. Ir. Adi Maulana, ST.M.Phil., Kepala SDGs Center Universitas Hasanuddin, Muhammad Yusri Zamhuri, M.A., Ph.D, Staf Ahli Menteri KLHK Bidang Energi, Prof. Dr. Ir. Winarni Monoarfa, MS dan Seknas SDGs Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Rachman Kurniawan. Selain itu, acara konsolidasi ini juga turut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Lembaga, Dekan Fakultas, Direktur Kantor Pusat, Ketua dan Sekretaris GPM Fakultas/Sekolah, Kepala Kantor, Kepala Pusat Studi LPPM, dan Ketua & Koordinator Divisi UI GreenMetric Unhas.
Rektor Unhas Prof. Dr. Jamaluddin Jompa atau kerap disapa Prof. JJ, menyampaikan pentingnya menginternalisasi target-target SDGs ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dijelaskan juga bahwa Unhas telah membentuk SDGs Center sejak 2019 sebagai wadah untuk mempercepat pelaksanaan SDGs di Unhas.
“Unhas memainkan peran penting dengan menginternalisasikan isu-isu SDGs ke dalam berbagai penelitian baik pada empat pilar SDGs yakni pembangunan sosial, pembangunan ekonomi, pembangunan lingkungan dan pembangunan hukum dan tata kelola. Demikian tentu bukan hal yang mudah untuk mempercepat capaian target tersebut, sehingga dibutuhkan kerjasama berbagai pihak, dan Unhas sebagai institusi pendidikan memiliki kapasitas dan peluang yang besar dengan dengan mencakup semua bidang keilmuan yang dimiliki, sesuai dengan 17 poin SDGs. Perlu diingat bahwa SDGs mengedepankan human based center dengan misi No One Left Behind. Oleh karena itu, isu-isu SDGs harus menggema di ranah universitas sejak dini.” jelas Prof. JJ.
Prof. JJ juga memaparkan kilas balik perjalanan SDGs di Unhas yang dimulai dari Sekolah Pascasarjana dengan nama Center of Excellence for SDGs Studies. Inisiasi ini sebagai bentuk awareness terhadap pentingnya SDGs untuk diimplementasikan di kampus Unhas sebagai champion di Kawasan Indonesia Timur. Melalui kerjasama berbagai pihak, SDGs Center Unhas secara resmi terbentuk pada 2019. Pendirian SDGs Center ini kemudian menjadi langkah awal Unhas dalam mengembangkan praktik-praktik baik SDGs baik di tingkat domestik hingga internasional.
“Besar harapan kami kepada semua fakultas untuk membentuk Task Force SDGs sesuai dengan keunggulan dan prioritas SDGs masing-masing. Pada 2022, Unhas berhasil meraih predikat terbaik kedua pada SDGs Action Award 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian PPN/Bappenas dengan juri independen. Sehingga sangat dibutuhkan peran dan komitmen seluruh pihak untuk mempertahankan berbagai upaya program yang telah dilaksanakan dan terus memastikan rencana pelaksanaan SDGS ke depan melalui best practice yang berdampak dan terukur dengan metrik yang jelas.” tambah Prof. JJ.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SDGs Center Unhas Dr. Muhammad Yusri Zamhuri, menyampaikan, peran SDGs Center Unhas setelah diresmikan tidak hanya sebagai pendukung pembangunan berkelanjutan nasional dan daerah, tetapi berperan dalam meningkatkan rangking universitas melalui pencapaian target program SDGs.



Dalam perkembangannya sejak tahun 2019, SDGs Center Unhas menjadi yang terdepan dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan memulai perjalanan transformatif untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat dan lingkungan. Melalui penelitian yang ketat, program inovatif, dan keterlibatan masyarakat yang aktif, dengan mengambil pendekatan multidisiplin untuk mengatasi masalah yang kompleks.
“Konsolidasi ini hadir sebagai upaya kita untuk menjawab berbagai dinamika dalam pengembangan SDGs di tingkat kampus dan daerah. SDGs Center Unhas kemudian hadir sebagai wadah pengembangan best practice SDGs dan saat ini telah memiliki sembilan divisi yang fokus pada bidang stunting & kesehatan, kesetaraan gender, perubahan iklim & lingkungan, kemaritiman, pemerataan ekonomi dan ketahanan pangan, energi berkelanjutan, pendidikan, infrastruktur dan perkotaan, perdamaian dan keadilan. Di samping itu, SDGs Center Unhas juga telah melakukan berbagai program kerjasama dengan berbagai sektor baik pemerintah, swasta, NGO, dan lain-lain melalui penyusunan RAD dan RPJMD, SDGs Campus Ambassador, FGD, penyusunan sustainability report, dan berbagai program yang berkenaan langsung dengan pelokalan SDGs.”
Lebih lanjut, dalam kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi oleh Dr. Rachman Kurniawan (Seknas SDGs Kementerian PPN/Bappenas) tentang Localizing SDGs dan peran perguruan tinggi dalam pelaksanaan SDGs di Indonesia, Teknis Pendampingan dan Penyusunan Rencana Aksi Daerah, Pedoman SDGs Action Award 2023. Prof. Dr. Ir. Winarni Monoarfa, MS (Staf Ahli Menteri KLHK Bidang Energi) juga memberikan paparan dengan paparan mengenai Best Practice Sektor Kehutanan dalam Percepatan Pencapaian SDGs dan Kolaborasi Pendampingan Penyusunan Monitoring dan Evaluasi SDGs.
Pada hari kedua kegiatan juga dilaksanakan Focus Group Discussion dengan tiga pembagian pilar yaitu Pilar Lingkungan, Pilar Ekonomi, dan Pilar Sosial-Budaya. Diskusi ini diharapkan menjadi wadah inspirasi dan inovasi guna melahirkan berbagai praktik baik yang dapat direkapitulasi sebagai usulan program pada ajang Indonesia SDGs Award 2023.
Wakil Rektor IV Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis, Prof. Dr.Eng. Ir. Adi Maulana, ST.M.Phil juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir pada konsolidasi SDGs sekaligus memberikan catatan tindak lanjut.
“Predikat terbaik dua Indonesia SDGs Award diraih dengan upaya berbagai pihak sehingga di tahun 2023 ini kita perlu menyiapkan lagi strategi dan best practice yang tetap mengedepankan kajian-kajian SDGs yang telah dan sedang digarap oleh setiap fakultas di Unhas. Kita juga perlu mengedepankan isu yang sedang trend seperti persampahan, blue economy, stunting, dan ketahanan pangan. Mari kita bersinergi bersama untuk membumikan lagi penerapan SDGs di Unhas. Percepatan pencapaian target SDGs memerlukan aspek partnership sebagai gerbang utamanya Agenda 2030.”, tutup Prof. Adi.










