Webinar Series SDGs Center
Share
Author
SDGs UNHAS

SDGs UNHAS

Webinar Series SDGs Center Unhas dan Penandatanganan MoU untuk Mengatasi Sampah Plastik

Webinar Series SDGs Center. Sampah laut merupakan benda padat persistent yang dihasilkan oleh manusia secara langsung atau tidak langsung dengan cara dibuang atau ditinggalkan di laut. Menurut Moore et al (2008), jumlah dari keberadaan sampah laut semakin meningkat dan hampir 60-80% sampah laut terdiri sampah plastik. Plastik   merupakan salah satu jenis sampah yang sangat dominan dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari saat ini dapat mencapai angka yang cukup tinggi yaitu berkisar 75-80 juta ton (Browneet al., 2008). Presentase dan demand yang cukup tinggi membuat sampah plastik menjadi salah satu cemaran yang dapat memberikan dampak buruk, tidak hanya pada lingkungan saja, melainkan dapat memberikan dampak untuk biota yang ada pada lingkungan tersebut. Sampah (plastic) dapat terpecah menjadi ukuran yang sangat kecil atau mikro plastik yang memungkinkan untuk dikonsumsi oleh biota laut. Sebagian besar partikel plastik ditemukan di kedalaman kurang dari 500 m, namun ditemukan juga fakta bahwa sampah plastik ditemukan sampai dengan kedalaman 2000 m (Cordova, 2016). Mengonsumsi plastik     dapat menyebabkan biota laut mengalami gangguan metabolisme, iritasi pencernaan, hingga kematian. Selain itu sifat plastik yang tahan lama memungkinkan mikro plastik yang berada  di dalam tubuh biota laut pindah ke dalam tubuh manusia melalui sistem rantai makanan.

Universitas Hasanuddin merupakan perguruan tinggi yang memegang peran penting dalam mengedukasi generasi-generasi muda untuk lebih sadar akan lifestyle yang memberikan dampak buruk ke lingkungan. Unhas juga bertanggung jawab dalam hal memastikan semua sampah yang ada di wilayah kampus akan dikelola dan berakhir di recycled industry untuk sampah anorganik.

Dalam rangka memperingati hari “Bebas Kantong Plastik Dunia” pada tanggal 3 juli, SDGs Center UNHAS menjadi representative dari civitas akademik menggelar Webinar sesi pertama yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaaran tentang isu-isu dunia terkait SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan terkhusus konsumsi kantong plastik yang kurang bijak dan berdampak ke lingkungan.

Baca Juga : Anugerah Atau Kutukan Dalam Pengelolaan Konflik Wilayah Pesisir.

Acara Webinar Series SDGs Center ini juga dirangkaikan dengan MoU dengan PT. MallSampah yang merupakan start-up local yang berfokus pada recycling network dalam penanganan sampah yang sudah beroperasi di 5 kabupaten Sulawesi Selatan dan juga di ibukota Indonesia (Jakarta). Webinar ini menghadirkan empat narasumber, dua dari kalangan akademisi dan dua dari kalangan praktisi. Prof Winarni Monoarfa adalah Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Republik Indonesia. Beliau telah berpengalaman dalam menangani kasus sampah yang ada di Indonesia. Prof Winarni menyampaikan bahwa pentingnya untuk melakukan pemilahan terhadap jenis-jenis sampah dan memulai gaya hidup bijak terhadap sampah dimulai dari rumah. Pembicara kedua adalah Prof. Dr. Akbar Tahir, M.Sc. Beliau adalah Koordinator Divisi Perubahan Iklim dan Lingkungan SDGs CenterUnhas dan merupakan guru besar ekotoksikologi dan sampah laut Universitas Hasanuddin. Prof Akbar memaparkan masalah sampah yang terjadi di lautan. Pembicara ketiga adalah Adi Saifullah Putra yang merupakan CEO PT. MallSampah. Adi menyampaikan latar belakang PT Mallsampah, visi dan misi mereka serta bagaimana cara kerja PT MallSampah ini. Pembicara terakhir adalah Sitti Mauludy Khairina, Executive Assistant Guna Limbah. Sitti Mauludy juga menceritakan program kerja Guna Limbah yang berpusat di Jawa Barat.

Mungkin anda juga suka

Scroll to Top