Developing Science: Roles of Female Scientists
Share
Author
SDGs UNHAS

SDGs UNHAS

Developing Science: Roles of Female Scientists.

Developing Science: Roles of Female Scientists, Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Unhas untuk mendukung TPB, Goal 4 dan 5 yaitu Pendidikan Berkualitas dan Kesetaraan Gender. SDGs Center Unhas berkerjasama dengan Center of Excellence for Interdisciplinary and Sustainability Science (CEISS) dan Sekolah Pascasarjana Unhas mengadakan seminar yang berjudul “Developing Science: The Roles of Woman Scientists”. Seminar ini mengangkat tema bagaimana seorang wanita dapat mengambil peran dalam pengembangan sains baik di Indonesia maupun di tingkat global. Indonesia tidak kekurangan ilmuwan-ilmuwan wanita yang memiliki prestasi baik nasional maupun internasional dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam seminar ini kami mengundang Ibu Sri Fatmawati, PhD. Beliau adalah President Organization for Women in Science (OWSD) – Indonesia National Chapter dan Presiden Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI). Selain itu Ibu Fatma juga merupakan Deputi Research Center for Agri-food and Biotechnology ITS, Surabaya.

Dalam penjelasannya beliau memaparkan bahwa kondisi perempuan Indonesia dilihat dari kesetaraan perempuan dalam Pendidikan Tinggi yang dimana menunjukkan masih rendahnya persentase 56% akses Pendidikan Tinggi, jumlah dosen perempuan 43% vs laki-laki 57%, pimpinan perempuan sebesar 30%. Dari persentase ini sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan keinginan dalam berkarya dalam dunia Pendidikan tinggi. 

Baca Juga : Grand Opening Ceremony SDGs.

Apa yang dapat dilakukan untuk menjadi Wanita yang Tangguh yaitu resiliens, peduli, agen perubahan, berkontribusi, dan role model. Akhir kata dari seminar ini yaitu dikutip dari kata-kata Ibu Kartini: Ketidak setaraan perempuan ini akibat dari dibatasinya akses perempuan untuk memperoleh pengetahuan sehingga perempuan menjadi bodoh. Sehingga cara satu-satunya adalah perempuan harus sekolah.

Developing Science: Roles of Female Scientists ini tidak hanya dihadiri oleh perempuan saja tetapi juga terbuka dan dihadiri oleh laki-laki. Peserta sangat antusias dalam mendiskusikan pertanyaan terkait peranan wanita dalam ilmu pengetahuan. 

Mungkin anda juga suka

Scroll to Top