Pelatihan Menulis Artikel Media Massa
Share
Author
SDGs UNHAS

SDGs UNHAS

Pelatihan Menulis Artikel Media Massa

Pelatihan Menulis Artikel Media Massa.

Makassar – Hasil penelitian atau gagasan sivitas akademika Universitas Hasanuddin sudah seringkali dijumpai di jurnal-jurnal ilmiah atau di toko buku. Selain, artikel jurnal dan buku, media yang lain yang sering digunakan oleh para akademika yaitu dalam bentuk seminar, ceramah atau kuliah umum. Sayangnya, sebagian besar yang mengakses media ini terbatas pada kalangan sivitas akademika saja.

Salah satu alasan kenapa hal itu terjadi karena bentuk bahasa ilmiah tidak mudah dipahami oleh masyarakat umum. Apalagi untuk mereka yang tidak fokus pada bidang penelitian tertentu. Menyadari situasi ini, The Conversation Indonesia bekerjasama dengan SDGs Center Universitas Hasanuddin mengadakan Pelatihan Menulis Artikel Media Massa. Untuk tahap awal pelatihan, pesertanya terbatas yaitu 20 akademisi Unhas.

Pelatihan ini bertujuan untuk mengajarkan para akademisi menuliskan penelitian atau gagasannya ke dalam bahasa populer. Pelatihan pun dirancang selama tiga pertemuan dalam tiga pekan. Pertemuan pertama (10/5) berlangsung di gedung pascasarjana Unhas. Para peserta yang hadir mendapatkan materi sekaligus praktik menulis dari Ikram Putra, Head of Engagement and Services The Conversation Indonesia. 

“Ada banyak penelitian dan gagasan yang menarik yang hadir di kalangan akademisi. Sayangnya, tidak semua bisa tersampaikan ke masyarakat luas,” ujar lelaki yang pernah bekerja di The Jakarta Post ini. Tulisan ilmiah cenderung “baku” dan menggunakan jargon atau istilah yang sulit dipahami oleh masyarakat umum. Sedangkan bentuk tulisan media populer cenderung tidak baku dengan menggunakan bahasa yang sudah sering digunakan di masyarakat sehingga mudah dibaca dan dipahami masyarakat.

Baca juga : SDGs Unhas Membincangkan Peran Teknologi Di Masa Depan Dan Perawatan Bersalin Secara Global.

Pelatihan Menulis Artikel Media Massa. Pelatihan ini dirancang untuk mempermudah peserta dalam mentransformasi hasil riset mereka ke dalam bentuk tulisan ilmiah populer. Semua peserta diwajibkan mengemukakan topik dari gagasan atau penelitiannya setelah menerima materi. Topik tersebut kemudian dikembangkan menjadi kerangka tulisan agar artikel yang akan ditulis alurnya jelas dan lebih terarah.

Pertemuan selanjutnya berlangsung secara daring (18/5) melalui media zoom meeting. Tiap peserta diberikan waktu khusus untuk berkonsultasi dan mendapat masukan dari Ikram. Begitu pun pertemuan terakhir (24/5) berlangsung secara daring.

Sekertaris Eksekutif SDGs Center Unhas, Andi Masyitha Irwan berharap kegiatan seperti ini dapat terus ditingkatkan untuk menambah kualitas menulis dosen Unhas. “Kami ingin ada lebih banyak gagasan dan hasil penelitian dosen Unhas yang hadir di media populer sehingga ilmu tersebut tersampaikan ke masyarakat luas khususnya penelitian yang berhubungan dengan Sustainable Development Goals atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, sehingga visi misi SDGs Center Unhas untuk mendorong pencapaian SDGs juga dapat tercapai,” terang dosen Fakultas Keperawatan ini. “Tidak hanya menulis di The Conversation tapi juga di media-media lain baik di tingkat lokal maupun nasional,” tutup lulusan Kanazawa University ini.

Mungkin anda juga suka

Scroll to Top