Webinar Membebaskan Bumi dari Dampak Sampah Plastik dan Penandatanganan MoU antara Sekolah Pascasarjana UNHAS dan PT MallSampah

Presentase dan demand yang cukup tinggi membuat sampah plastik menjadi salah satu cemaran yang dapat memberikan dampak buruk, tidak hanya pada lingkungan saja, melainkan dapat memberikan dampak untuk biota yang ada pada lingkungan tersebut. Meningkatnya jumlah limbah plastik yang dihasilkan dapat disebabkan karena semakin tingginya jumlah populasi penduduk dan aktivitas masyarakat serta kurang maksimalnya pengelolaah sampah di daratan atau perkotaan.

Sampah (plastic) dapat terpecah menjadi ukuran yang sangat kecil atau mikro plastik yang memungkinkan untuk dikonsumsi oleh biota laut. Mengonsumsi plastik dapat menyebabkan biota laut mengalami gangguan metabolisme, iritasi pencernaan, hingga kematian. Selain itu sifat plastik yang tahan lama memungkinkan mikro plastik yang berada  di dalam tubuh biota laut pindah ke dalam tubuh manusia melalui sistem rantai makanan.

Dalam rangka memperingati hari “Bebas Kantong Plastik Dunia” pada tanggal 3 juli, SDGs Center UNHAS menjadi representative dari civitas akademik menggelar Webinar sesi pertama yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaaran tentang isu-isu dunia terkait “Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terkhusus konsumsi kantong plastik” yang kurang bijak dan berdampak ke lingkungan.

Universitas Hasanuddin merupakan perguruan tinggi yang memegang peran penting dalam mengedukasi generasi-generasi muda untuk lebih sadar akan lifestyle yang memberikan dampak buruk ke lingkungan. Unhas juga bertanggung jawab dalam hal memastikan semua sampah yang ada di wilayah kampus akan dikelola dan berakhir di recycled industry untuk sampah anorganik. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kontribusi perguruan tinggi (UNHAS) untuk membantu dalam peningkatan angka daur ulang Indonesia dan mereduksi sampah plastik masuk ke lautan di tahun 2025. Kegiatan ini juga khususnya untuk mendukung pencapai tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang bertanggung jawab), 13 (penanganan perubahan iklim), 14 (menjaga ekosistem laut) dan 15 (menjaga ekosistem darat), dan 17 (kemitraan untuk mencapai tujuan).

Webinar ini mengundang empat panelis yang merupakan para ahli dan aktivis di bidang lingkungan. Pertama, Prof. Dr. Ir. Winarni Dien Monoarfa, MS yang merupakan staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Republik Indonesia). Pembicara selanjutnya adalah Koordinator Divisi Perubahan Iklim dan Lingkungan SDGs Center UNHAS, Prof. Dr. Akbar Tahir, M.Sc. Pembicara ketiga dan keempat adalah perwakilan LSM: Adi Saifullah Putra, CEO PT. MallSampah dan Hana Nur Auliana, Head of Communication and Engagement of Waste4Change.

Webinar ini diawali dengan penandatanganan MoU antara Sekolah Pascasarjana UNHAS dan PT MallSampah. Prof. Jamaluddin Jompa selaku Dekan Sekolah Pascasarjana dan juga merupakan Guru Besar Ekologi Laut menyadari betul dampak yang ditimbulkan oleh sampah plastik terhadap biota laut. Oleh karena itu beliau telah berkomitmen untuk melakukan aksi nyata dalam menangani masalah sampah ini. Para karyawan di Sekolah Pascasarjana UNHAS juga akan mendapatkan pelatihan dari PT MallSampah untuk memilah berbagai jenis sampah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top