Workshop “Potensi Pengembangan Energi Bersih dan Terjangkau di Indonesia Timur”

Energi merupakan sektor penting untuk menggerakkan perekonomian dan aktivitas manusia sehari-harinya. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi sebanyak 60% pada tahun 2030. Komitmen penurunan emisi ini merupakan aksi nyata pemerintah untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu cara untuk mencapai target tersebut adalah penggunaan energi bersih dan terbarukan yang merupakan Tujuan 7 dari TPB.

Bagaimana potensi Indonesia untuk mencapai Tujuan 7: Energi Bersih dan Terbarukan?

Untuk melihat potensi Indonesia untuk Energi Bersih dan Terbarukan, Sekolah Pascasarjana dan SDGs Center UNHAS mengadakan workshop dengan tema “Potensi Pengembangan Energi Bersih dan Terjangkau di Indonesia Timur”. Hadir sebagai pemateri adalah Prof. Winarni Dien Monoarfa yang merupakan Staff Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bidang Energi. Para stakeholders dan ahli yang terkait dengan isu energi bersih dan terbarukan juga turut diundang, antara lain: Kepala P3E Sulawesi dan Maluku, Kepala UPT Balai Besar Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekosistem, Kepala Balai Pengelolaan Daearah Aliran Sungai, Kepala UPT Balai Diklat LHK, Kepala UPT Balai Perbenihan Tanaman Hutan, Kepala UPT Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kepala UPT Balai Pengelolaan Hutan Produksi, Kepala UPT Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kepala UPT Penelitian dan Pengembangan LHK, Kepala Dinas Kehutanan  Prov Sulsel, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Prov Sulsel, General Manager PLN UIKL Sulawesi, KPS S2 Lingkungan Hidup Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Kepala Puslitbang Energi dan Ketenagalistrikan, Universitas Hasanuddin serta Ketua dan Anggota Divisi Energi Berkelanjutan SDGs Center UNHAS.

Dalam pemaparannya Prof. Winarni menjelaskan tentang pengembangan bioenergy di Indonesia.

Pengembangan bioenergy ini tertuang dalam Arah Kebijakan dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Prof Winarni jgua memaparkan tentaang potensi energi yang berada di kawasan hutan konservasi di Indonesia. Untuk pengembangan tersebut, KLHK telah melakukan Kerjasama dengan Kementrian ESDM. KLHK mendorong bagaimana SDA, Hutan Tanaman Energi, dapat mendukung potensi Energi Terbarukan tanpa merusak atau mengganggu ekosistem hutan konservasi tersebut. Prof Winarni mengatakan bahwa:

“Yang menarik adalah, kita tidak dapat bekerjasendiri. Sesuai dengan prinsip SDGs adalah partnership yang merupakan Goal 17 dan perlunya meningkatkan partisipasi masyarakat sesuai dengan prinsip SDGs itu sendiri yaitu No one left behind”

Dalam workshop ini juga PLN yang diwakili oleh Pak Agus dari Unit Induk Pembangkitan & Penyaluran (UIKL) Sulawesi mempresentasikan tentang Cycle of Biomass Energy dan pentingnya Confiring,

Diskusi antara para akademisi di UNHAS dan para undangan berjalan sangat aktif. Masing-masing menjelaskan beberapa kegiatan yang telah mereka lakukan untuk membantu penggunaan energi terbarukan.

Moderator, Azhri Rasul, menyimpulkan bahwa workshop ini telah menghadirkan berbagai potensi yang dihasilkan berbagai pihak, dari PLN, Kehutanan, dan Perguran Tinggi. Bagaimana kita meningkatkan potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan untuk penggunaan energi bersih. Yang paling disadari persoalan besar yang kita hadapi adalah kemitraan dan masyarakat. Workshop ini juga memunculkan berbagai peluang dan kesempatan untuk saling bertukar pikiran agar semua pihak yang hadir dapat segera menindaklanjuti hasil diskusi dari workshop ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top